Showing posts with label #personal. Show all posts
Showing posts with label #personal. Show all posts

Wednesday, April 19, 2017

Pressurized.

Living without any similarity is way better than living with an effort to eliminate the dissimilarity.



The pressure is there.

Wednesday, March 8, 2017

Pada Akhirnya, Semua Kembali Kepada Awalnya.

Yang katanya serius dan butuh kesabaran,
nyatanya dinamis dan menggairahkan,
Yang katanya kecil dan tidak dilihat orang,
nyatanya merupakan kebutuhan dasar.

Ini adalah tentang mengenal perilaku manusia,
dan juga tentang memahami komoditas dengan nilai informasi tinggi.

Jadi ini yang namanya jawaban Tuhan atas doa dan penantian panjang.
Tidak ada yang lebih baik daripada waktu dimana kamu lebih semangat untuk pergi daripada pulang.

Karena pekerjaan yang baik adalah hobi yang dibayar.

The feeling is priceless.

Saturday, January 14, 2017

Praise to God.

Kadang untuk mencapai tujuan utama kita akan melewati jalan memutar, disitulah kita menemukan banyak hal yang jauh di atas ekpektasi kita.



Thank You, Allah.
I love my life.

Saturday, December 31, 2016

2k17.

Money is just a temporary rush.

There really are lots of other highs.


Thank you, 2k16 for the braver me.
I am ready for you, 2k17.

Tuesday, August 23, 2016

Dari yang Katanya Cerdas dan Bijaksana.



Lewat Tuhanku, aku ingin menyampaikan ini.
Aku berterima kasih kepadamu, generasi sebelumku. 
Karena kesalahan dan kebodohanmu generasiku bisa belajar untuk menjadi lebih baik.
Dan aku bersyukur untukmu, generasi setelahku.
Karena bahkan kesalahan dan kebodohan generasiku dapat bermanfaat bagimu.
Kata siapa ini hanya imajinasi?

Tuesday, August 2, 2016

THINGS BEFORE GRADUATE

I have two months left to do things I have been wanting to do since years ago.
All the lists will be posted in this post.


March 9, 2016.



Been there, Bosscha!


July 28, 2016.

Mainin grand piano Sasana Budaya Ganesha sebelum tetangga sebelah (PSM-ITB) dateng.


July 31, 2016.

MAKAN TUTUT BANDUNG!!!!!

Thursday, June 16, 2016

Bachelor of Science.

15 Juni 2016.

"Kadang ujian itu tidak hanya diberikan Tuhan lewat sebuah kesulitan/kegagalan, tetapi juga lewat setiap kemudahan/kesuksesan yang kita dapatkan."
Masih banyak yang belum aku mengerti tentang-Mu.
Yang aku tahu, tak ada nikmat-Mu yang mampu aku dustakan.

Terima kasih Tuhan untuk yang ini.
Utari, S.T.


Saturday, June 11, 2016

Dari Aku, Tentang Mereka.

Teknik Kimia,
Institut Teknologi Bandung.

Tempat yang memanusiakan aku selama 3 tahun.
"Sometimes You Miss The Moments, Not The People."
Kutipan di atas sungguh sangat berlaku bagi saya, membuat saya kadang melupakan yang indah tentang orang-orang di sekitar saya. Untuk itu, hari ini saya ingin mencoba menggambarkan mereka yang telah memberi saya banyak kenangan indah, juga pelajaran berharga selama 3 tahun terakhir.

Saya selalu merasa, menggambarkan seorang atau sekelompok kerabat di dunia perkuliahan sebagai satu angkatan adalah dosa. Bagaimana tidak, kamu harus mengenali mereka satu per satu untuk dapat menarik kesimpulan dari pandanganmu tentang mereka. Tapi hari ini, saya merasa sangat ingin untuk menggambarkan mereka ataupun momen bersama mereka sebagai satu angkatan.
Boleh dilanjutkan dengan bahasa Bekasi, ya?

Teknik Kimia ITB 2009.
Super swasta yang asik dan nggak bisa serius.
Nggak banyak orang yang bisa gue temuin dari angkatan ini. Tapi tetep, mereka punya goresan momen sendiri. Mulai dari diomelin dalam satu forum tersendiri oleh super swasta karna slayer osjur yang ilang-ilangan. Entah kenapa menurut gue momen ini sangat berkesan. Karena walaupun inti masalahnya terkesan sepele, banyak banget wejangan yang didapet di forum ini. Selain itu, ada juga beberapa kenangan diomelin waktu praktikum MPA, karena pada jamannya masih banyak dari mereka yang menjadi asisten laboratorium. Kehadiran mereka menyempurnakan horornya cerita tentang Laboratorium Dasar.

Mereka juga superswasta yang nggak absen di malam pelantikan HIMATEK 2012. Paling nggak serius aseli, dan bukannya takut, gue malah merasa super swasta ini lah buffer ketegangan malam pelantikan. Ngerjain abis-abisan, tapi nggak pake teriak-teriak. Pos paling asik pokoknya.

Yang terakhir, adalah tentang tradisi 3 tahunan. Ini tradisi yang paling menyenangkan menurut gue selama kuliah di ITB, entah kenapa. HIMATEK-ITB punya tradisi 3 tahunan dimana "Malam Super Swasta" saat osjur yang terkesan menegangkan, diganti dengan hura-hura satu hari bareng antara angkatan satu dan 3 angkatan di bawahnya. Tradisi ini dimulai oleh angkatan 2006. Padahal cuma kenal dengan sejumlah itungan jari dari mereka, tapi kerasa banget kekeluargaannya. Permainan yang dilakukan pun sebenarnya sederhana. Ditambah, momen ini terjadi tepat satu minggu setelah arak-arakan Wisuda Oktober yang priceless banget. Wisuda Oktober memang masa dimana angkatan 2012 bisa mulai bonding dengan 2009 yang tersisa di kampus. Sampe sekarang, malam itu masih jadi wisnite paling berkesan selama gue di HIMATEK. 


Teknik Kimia ITB 2010.
Swasta yang anomali. 
Gue nggak akan menjelaskan tentang asal mula angkatan ini dapat disebut sebagai anomali, mungkin hanya segelintir aja yang ngerti. Angkatan 2010 adalah swasta kesayangan yang koleksi pria tampan dan rupawannya paling tumpe-tumpe. Mau dari Indonesia Timur ke Barat, sampe kokoh-kokohnya bisa banget jadi sasaran fan-girling. Bisa dibilang, semangat osjur angkatan gue grafiknya meningkat segera setelah kami memasuki fasa ketemu swasta. Interaksi malam pun jadi sesuatu yang nggak boleh dilewatkan HAHAHA.

Angkatan 2010 masih jadi angkatan paling supel yang pernah gue temui. Kerja bareng mereka di sisa waktu keberadaan mereka di kampus pun banyak ngasih gue pelajaran secara kilat. Mereka nggak bakal ragu melibatkan lo dalam sesuatu yang padahal gak pernah lo kerjain atau pahamin, juga dengan sabar menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan bodoh lo. Dan cuma angkatan ini yang bikin kegiatan bonding di kampus lebih kekeluargaan, mulai dari running man HIMATEK sampe tradisi dua tahunan.

Dan mungkin angkatan ini adalah angkatan yang komposisi main dan belajarnya paling pas. Yah nggak tau juga sih, jarang banget denger mereka ngeluh aja tentang akademik. Tapi bukan tipe ngegampangin juga. Lo bakal kena semprot ketika mereka mendengar lo meremehkan sesuatu, karena nggak ada yang bisa didapet tanpa kerja keras. Tapi lo juga bakal kena semprot ketika terlalu musingin suatu hal, karena ya "dibawa selow aja kaleee" gitu orang-orangnya. Pas lah pokoknya.

Ketika bicara tentang gaya memberikan nasihat sebagai seorang senior yang lebih berpengalaman, 2010 punya gaya tersendiri. Dengan perawakan luar yang mostly acakadut, mereka sangat lack of stok jutaan kata puitis dan bijak. Biasanya wejangan dari mereka selalu dimulai dengan kalimat-kalimat sampis, kemudian atmosfer keseriusan mulai meningkat, baru deh mereka pake kata-kata pamungkas yang bisa banget buat lo terhipnotis buat ngerespon "oh...iya sih kak iya, bener juga" atau "aku baru sadar sih kak.." sambil masang muka tablo dan end up feeling so helped.

Yang sangat patut dicontoh dari 2010 menurut gue adalah cara mereka untuk menempatkan diri. Maksudnya, mereka paling jago buat serius di tempat yang menuntut mereka harus serius. Tapi kalo lagi gak serius, mereka bisa jadi sosok-sosok yang berbeda 180 derajat. Pokoknya ini angkatan anomali banget lah. Entah kenapa, walaupun agak dangdut, dari hati terdalam gue selalu mendoakan semoga mereka selalu dapet hal-hal baik di luar sana. Karena di waktu interaksi gue dengan mereka yang sangat singkat, entah mengapa "ilmu" yang bisa gue serap dari mereka secara kilat cukup banyak. Wish you well always, kakak-kakak!


Teknik Kimia ITB 2011.
Terkakak.
Gue nggak merasa hubungan dengan angkatan satu ini dimulai dengan baik. Standar lah, namanya juga hubungan senior-junior pengosjur-diosjur. Setelah mencoba mengingat, kayaknya gue jarang banget punya momen manis di kampus dengan angkatan ini selama masa osjur. Kali pertama responsi bersama asisten matkul aja tegang banget kayak ngeliat guru SD lo bawa sabetan ke kelas.

Di mata gue, 2011 itu angkatan super ambis dengan prestasi akademik cemerlang yang pelit senyum dan kayak patung. Karna setiap kali lo ke himpunan/hotspot lo bakal ngeliat mereka duduk di depan laptop kayak patung. Hubungan "panas" dengan 2011 pun nggak berakhir di osjur, masih berlanjut dalam hubungan mahasiswa-asisten akademik sampai puncaknya: di labtek. Dari beberapa yang bisa gue kenal, cuma segelintir yang menurut gue bisa diteladani. Untungnya para segelintir ini, se-te-la-dan itu.

Setelah 2010 pergi, mau tidak mau 2012 harus bisa kerja bareng 2011. Di sinilah semua itu berawal. Dari keadaan "terpaksa" ini, malah timbul banyak ketidaksengajaan yang gue alami. Di masa-masa tinggal "berdua" di himpunan, gue justru secara tidak sengaja jadi mengenal lebih dekat banyak orang dari mereka. Dan seketika gue sadar, 2011 punya banyak manusia super.
Se-ba-nyak-i-tu.
Pikiran gue jadi super terbuka, pandangan gue pun berubah. Dari yang "cuma segelintir yang bisa diteladani" berubah jadi tak hingga role model. Dari mereka gue sadar kalo sebenernya semua orang bisa banget jadi role model, semua orang punya sisi baik yang bisa diteladani, dan sisi buruk yang nggak perlu terlalu lo pusingin atau lo judge.

Mulai dari kedisiplinan; hardwork; menjadi kakak yang baik; keberanian buat nyoba hal baru; gotong-royong; berani ambil risiko; tanggung jawab; keseimbangan dalam hidup; sampe kesampisan yang pastinya jadi warna banget buat hari-hari lo; plus idealisme lain tentang datang tepat waktu, anti nyontek, tata krama, atau titip absen bisa gue dapetin dari angkatan ini. 2011 punya pesona sendiri di mata gue. "Work Hard, Play Hard" bukan cuma sekedar kiasan buat mereka. Dan oleh 2011 gue merasa kalo sedang diayomi sebagai seorang adik.

Wisuda Juli 2015 menurut gue masa-masa yang paling bikin baper karena lebih dari setengah angkatan 2011 hijrah dari kampus. Nggak ada lagi orang-orang yang bisa jadi tempat manja manja. Yes, manja. Terkesan dangdut tapi setelah mereka pergi gue baru sadar jadi kakak itu nggak gampang. Sedikit mengutip kata-kata Plaza Widya, 2011 itu tempat gue bertanya dan selalu ada jawabnya. They really are my mentor(s).


Teknik Kimia ITB 2012.
Simbol kebaikan Tuhan yang menakdirkan aku menjadi bagian darimu.
From these people I realize that friendship is not only about doing stupid things together, sharing laughs, and ghibah, but friends also could piss you off, break your heart, and make you cry. This way you could learn from each other. Some people judge their lives on who they are, others on what they do. I want my life judged on how enriched I am from just knowing these people. 
P.S. I will continue this story later after my examination.


Teknik Kimia ITB 2013.
Dedek-dedek gemesh.
Sahitya Adikari udah jadi sosok-sosok menggemaskan sejak gue ketemu sama mereka untuk pertama kalinya di osjur. Anak-anaknya cacat, sampis, punya gaya khas setiap mengekspresikan humor mereka, dan SUPER KRITIS. Mungkin salah satu yang bikin ngosjur capek tuh ya mereka, pertanyaan dan kritikannya nggak pernah bisa diantisipasi, walaupun pernah disimulasikan sekalipun (atau mungkin 2012nya aja yang tetep kurang kreatif dalam melakukan simulasi, saking nggak mau mikir, hahaha). Jangankan danlap, pasukan barikade di sekeliling aja kadang suka terpaksa ikut mikir dan pusing. Interaksi sama mereka selalu melelahkan lah pokoknya. Yet gue tetap merasa interaksi saat ngosjurin mereka adalah waktu yang selalu gue nantikan. Selama masih periode osjur, weekend tuh waktu yang dinanti banget pokoknya. The true weekend tempat dimana lo recharge energi setelah 5 hari kuliah.

Well, sebagaimana takdir tipe hubungan dengan angkatan yang berbeda satu tahun, 2013 merupakan partner kerja sekaligus tempat curhat yang nggak bisa lepas dari kehidupan gue. Sedikit berbeda dengan gaya hubungan dengan 2011 yang lebih seperti adik-kakak, 2013 bisa mencakup sosok adik sekaligus partner in crime. Angkatan tempat sampah banget lah pokoknya.

Kalo mau menggali ingatan terbaru yang masih fresh, di mata gue angkatan 2013 sekarang udah banyak berubah. Entah karena efek tingkat 3, atau memang jati diri mereka sebenarnya sudah keluar (?) Tingkat 3 selalu jadi momok yang bisa dengan seketika bikin lo super kayak patung di depan laptop dan fakir senyum. Ke-super-ambisannya mungkin melebihi 2011, ditambah prestasi akademik gemilang hahaha. Belom lagi, dari yang tingkat kecacatannya bisa bikin lo geleng kepala, angkatan ini tiba-tiba berubah jadi angkatan yang super pemikir banget. Sampe kadang gue malu sendiri liat mereka. Atau mungkin karena dari awal mereka punya bibit-bibit kritis? Entahlah. Tapi gue merasa sangat kehilangan sosok yang bisa banget bikin beberapa orang di angkatan gue dengan dangdutnya bilang "yaelah gue mah males kalo bukan karena 2013 asik-asik".

Tapi sekali lagi, gue selalu bersyukur karena dipertemukan sama angkatan ini oleh Tuhan. Kayaknya angkatan ini yang bikin himpunan paling rame di awal kedatangannya. Sampe one day mereka pernah sengaja mengadakan "tour de himpunan" tanpa ada rasa tengsin atau malu-malu, termasuk dengan niat keras belajar cara buka pintu himpunan. Cacat lah, seniornya cuma bisa pelangak-pelongok liatnya. Plusnya adalah lo banyak banget belajar kosakata baru kayak "sis", "cemana", dan ribuan kosakata enteng lainnya yang bisa bikin lo terus keingetan sama mereka. Walaupun ada sedikit rasa kehilangan sosok dedek gemesh yang kerjaannya tawa-tawa meleee, tapi mereka adalah sosok-sosok pertama yang bikin gue inget kalo gue harus do better dan growing up. Dan gue selalu tidak mau melewatkan masa-masa melihat mereka berkembang dan tumbuh untuk jadi pribadi yang lebih baik.


Teknik Kimia ITB 2014.
The most amazing thing I have ever met.
Whoaa, mendeskripsikan mereka memaksa gue terlebih dahulu membuat (sekaligus memangkas) list berisi poin-poin penting yang harus gue ceritakan tentang mereka. Banyak. Banget.

Gue orang yang percaya bahwa momen-momen awal itu sangat berharga. Ketika lo bisa dapet momen berkesan di awal, nggak peduli betapa jauhnya lo terpisah atau betapa seringnya tidak berinteraksi, lo nggak bakal ragu buat "balik lagi". Namun, berbeda dengan kedatangan orang-orang baru lainnya yang selalu membuat gue merasa excited, gue merasa banyak kehilangan momen awal bersama angkatan ini. Kedatangan mereka di Teknik Kimia teredam dengan kesibukan Kerja Praktek, Penelitian, atau kegiatan lainnya yang sukses jadi distraksi. Namun, kepesimisan gue untuk bisa making good memories bareng mereka sirna setelah akhirnya kenal dengan mereka.

Impresi pertama ketika lo mengenal mereka pasti bakal seragam: angkatan hura-hura. Kerjaannya ngebanyol, jalan-jalan, ketawa-tawa, ngeles, banyak banci tampil, dan yah, hura-hura pokoknya. Mereka adalah dedek-dedek ngegemesin yang sekaligus bisa jadi partner hura-hura terbaik sepanjang masa, plus "nyenengin" banget. Dan percayalah makna "nyenengin" di sini sangat dalam. Karena setiap menghabiskan waktu bareng mereka, lo cuma bisa ngerasain yang namanya "senang" dan sense lo buat merasakan jenis perasaan lainnya seolah-olah mati. Amazing banget.

So far, mereka adalah angkatan dengan jumlah performer wisuda terbanyak kayaknya di HIMATEK (50 gitu? atau 60?). Dan gue sangat tidak ragu untuk mengatakan bahwa perform Wisuda Oktober mereka adalah yang terbaik selama 4 tahun gue menyaksikan perform wisuda HIMATEK di kampus.

Tapi, setelah menjalani hari-hari bersama mereka setahun terakhir di kampus, gue sadar kalo mereka bukan cuma sekedar angkatan hura-hura.
The entire ocean in a drop.
Mungkin ini kata-kata yang paling bisa menggambarkan angkatan 2014. Lo sangat bisa menemukan jenis manusia apapun disini. Orang-orang dengan idealisme cukup tinggi, orang-orang polos yang masih sangat naif, yang gak tahan kalo gak curhat, yang entah kenapa nggak pernah ngeluh, yang ambis, yang mager, yang tingkat semangat kajiannya overdosed, yang kritis, yang gak bisa bikin lo gak berenti ketawa, yang kerjaannya bikin lo geleng kepala, yang jago banget buat lo stay saat ngeghibah bareng, yang dangdut dan roman picisan, yang super all out, yang bisa diajak ngomong penting dan gak penting, pokoknya sosok-sosok yang bisa bikin lo mikir "I have never felt this way before" atau "this one is amazing".

Dan anehnya, apapun karakter mereka, pasti punya dosis kemanisan dalam diri mereka. Mulai dari mulut sampe the way they treat others. Manis. Banget. Mungkin ini kaliya yang bisa seketika mematikan sense perasaan lo yang lain selain perasaan seneng ketika lagi bareng mereka.

Gue punya doa (dan harapan) yang selalu coba gue panjatkan buat mereka.

Pertama adalah semoga mereka cepet sadar bahwa mereka adalah angkatan yang punya potensi sangat besar dalam banyak hal. Setiap individu dari mereka punya pesona sendiri yang nggak bakal berenti bikin lo amazed. Dan apalagi ketika mereka all out sebagai sebuah kesatuan angkatan, gue 1000% yakin mereka bakal sukses membuat dunia kebingungan.  

Kedua adalah doa untuk melindungi ketakutan gue akan mereka yang mungkin merasa "Ayah, mengapa aku berbeda?". Well, gue nggak pernah bener-bener tau apa yang mereka rasakan ketika "bergaul" di himpunan. Mungkin beberapa merasa biasa aja. Hanya saja entah kenapa gue selalu merasa mereka adalah segerombolan gifted children dengan muka tablo dan masih polos sedang mencari tangan yang mau menuntun, sayangnya nggak ada satupun sosok (ataupun tipe angkatan) yang mampu mengimbangi karakter mereka. Yap, selama bertemu dengan 5 angkatan disini, menurut gue nggak ada yang fit in untuk posisi itu. They really are different. Dan gue hanya bisa berdoa potensi mereka tidak akan terbunuh hanya karena itu, semoga mereka tetap bisa menyerap hal-hal baik disekitar mereka, walaupun semuanya belum cukup untuk ukuran gifted children dengan kapasitas penyerapan sangat besar seperti mereka.

Ketiga, ini mungkin tidak terdengar seperti doa. Tapi berbeda dengan harapan gue untuk selalu bisa melihat 2013 tumbuh besar, gue malah berharap 2014 selalu stay as it is. Gue nggak siap melihat mereka "gede", layaknya seorang anak yang merengek minta papa mamanya buat bikinin dedek kecil yang yaudah plis kecil terus aja biar lucu bisa dicubit terus, karena kalo udah gede biasanya ngeselin dan suka ngajak berantem. Sama halnya kayak punya anak kucing. I am really not ready yet to see them growing up, even they--still are growing up anyway :)

Angkatan 2014 buat gue adalah (semoga menjadi) penutup yang paling manis dan sempurna untuk hari-hari gue di Teknik Kimia.

Teknik Kimia ITB 2015.
Looking forward to the moment when I can know them better. Yah, satu atau dua memori gapapalah.

I'll see you soon!


Note:
Those were my personal opinion, some of you may not feel or think the same way, and please don't feel offended.

Tuesday, June 30, 2015

I Thank You, 6th Semester.

Semester paling ter-biasa-sama-badai.
Badainya tidak pernah reda, namun ya, tetap biasa.
Mulai dapat mencoba belajar memandang sesuatu dari sisi yang berbeda.
Mulai dapat mengendalikan emosi untuk berdebat, dan mulai belajar mendengar.

P.S. Terima kasih IPnya naik, ya Allah. Hurrah!

I Thank You, 5th Semester!


Tidur 2 jam dari 72 jam melek.
Diusir dosen 2 kali karena penggunaan Bahasa yang kurang tepat.
Banyak lihat orang mengeluh sampai belajar untuk tidak mengeluh.
Hardest semester untuk Laptop yang selalu ditinggal tidur dan dibiarkan menyala semalaman.

P.S. Gila saking lama nggak nulis baru sadar ini cuma berakhir jadi draft.
Ditulis 1 Januari 2015.

Saturday, November 29, 2014

When You Had A Chance.

"Kalau sempat pulang dulu, dek. Lihat embah."

"Weekend ini aku ada Running Man himpunan sama Pasar Seni yang cuma 4 tahun sekali, Mah. Insyallah minggu depan aku sempetin."


Then she's gone.
Forever.
I didn't regret the things I've done. I regret the things I didn't do when I had the chance.



Berkurang satu lagi orang di rumah.
Semoga rumah itu tetap menjadi rumah.
Jaga mereka tenang di sisi-Mu, Allah.
Dan aku menangis tersedu menulis ini. 

Sunday, August 10, 2014

Warisan Benda Bersejarah.

1. Blackberry Curve 8520 (Black) 
Starting with my 6-years-old Blackberry phone! Kenapa bersejarah, ya karena udah 6 tahun dan MASIH HIDUP dengan catatan SATU KALI service seumur hidup. I really took care of this phone, actually I always take care of my own phone karena selama 20 tahun hidup, total handphone yang pernah gue punya sebanyak 5 jenis, dan I assure you itu semua pure pake uang sendiri. HP satu ini paling setia nemenin kegiatan sosial gue selama lebih dari 5 tahun, bisa dibilang kontak yang disimpan di dalamnya adalah kontak terlengkap, dari temen SD-Kuliah. Sampai suatu hari semua datanya ke-reset...
HAH missing the old days when I still could bear my own money...





2. Tennis Ball
4 ribu rupiah, that was the price of the ball when I bought it at Sanjai Store near from my house in Bekasi. Dulu belinya masih pake sepeda. Alasan membeli karena dulu sering (sok-sok) main kasti gitu sama temen-temen komplek, dan pake bola ini. Tapi akhirnya bola ini malah gue pake buat main basket karena dulu mulai suka basket tapi belom mampu buat beli bolanya. Kenapa bersejarah? Ya karena itu, saksi bisu kerja keras nabung sampe akhirnya bisa beli bola basket sendiri <3 p="">

3. VCD Movies
I started to love watching movie when I was a 5th grader. Dulu taunya masih film-film Indonesia aja. But Cinema in my family is such a taboo place gitu, makanya the only way to enjoy the movie(s) is by watching them from VCDs. Kadang nyewa bareng temen-temen every Saturdays, or kalo emang suka banget, ya beli sendiri. And here are my collections! "Alexandria" was my favorite back then. Ada kali nontonnya sampe 20x-an, maniak parah lah. Favorit kedua jelas, "Janji Joni"! 



4. My Lovely Bunny Sketch Book
Dekil banget yak btw. Ini nabungnya 3 bulan, 50rb was such a high price gitu buat anak kelas 5 SD yang masih lugu kayak gue dulu. Sayaaaaaaaang banget sama buku satu ini saking sayangnya nggak pernah gue pake. Waktu duduk di bangku SMP baru deh mulai gue corat-coret sampe akhirnya sekarang udah penuh. Btw sebenernya udah dibeliin yang baru sama Hazna Nurul Faiza, same type! Karena this brand will always be my favorite kayaknya.



5. Music Cassettes
Welcome to the old days without 4shared.com or youtube.com! Iya iya ini favorite music dari kelas 5 SD (entah ada apa di kelas 5 SD sampe jadi masa transisi banget). My favorite of course tidak lain dan tidak bukan, Peterpan Album(s)! Masih inget banget kelas 5 SD gue hafal semua lagu dari 3 album pertama Peterpan (Taman Langit, Bintang di Surga, dan Alexandria). Bukan cuma lirik dan setiap ulangannya, tapi juga chord gitarnya! Masih huge fan loh sampe sekarang, bedanya jadi free downloader doang hahampura. Semua kaset ini selalu gue dengerin pagi dan atau sore setelah pulang sekolah, kadang sampe berebutan Tape sama nyokap atau Walkman sama kakak. Haru banget kalo inget, sayang sekarang udah gak punya Tape/Walkman.



6. Moutley White Hoodie Sweater
I got this present from Nadia Anindya my sweetest junior! Kenapa bersejarah? Karena dulu waktu SMP, gue dan Aya lagi taruhan tentang sesuatu (terus gue lupa), kalo Aya menang, dia request kaos yang ada gambar menara eiffelnya dan kalo gue menang, gue dapet hoodie warna putih. In the end, Aya won the stake but she still gave me this white hoodie sweater sedangkan gue (masih) belum ngasih requestnya...
Nggak tau sih dia inget atau nggak. Maafin gue ya Ay. You know I couldn't love you more.


Sebenernya masih banyak benda penuh sejarah dan kenangan, tapi beberapa udah dibuang atau disumbangin. Di antaranya my loveliest Drum Set, Electric Guitar, and a Set of  my Painting Tools. Randomly pengen save the picture of these things karena takut suatu saat beberapa bakal dibuang/disumbangin sehubungan dengan rumah gue yang makin sumpek.


Sunday, July 6, 2014

Desperately need a new atmosphere.

I am not tired.
I am truly, madly, deeply,
bored,
to death.

And the longer I stay,
the more I lose my faith in good things.

Tuesday, June 3, 2014

I Thank You, 4th Semester!

Let it go.
Be grateful.
Moving on.
Be harmonized.
Farewell!


Some things gotta change,
must be rearranged.

Monday, May 19, 2014

Our Things Before Graduate

These are some of my friends' THINGS BEFORE GRADUATE!
Kinda fascinating to witness these happen one day.
My prayer goes to all of you! 





























P.S. Still looking for others' & the first pict is mine.

Tuesday, March 25, 2014

Mencari Persimpangan.

Life is all about finding what your life really is.

They were really tiring, yet strongly-peaceful words at the same time.
When you are tired of finding yourself, you just can hold you breathe because you know you still have your entire life left-of finding.
But when you feel like you still can not find yourself, you know that you got your entire life to find it.

I am entering my third decade of my life.
I am feeling independent; stronger; maturer;
but I feel the world gets heavier, at the same time.
Because I haven't found what I really am, yet.
And I am afraid when I can not stand for something, I will fall for everything.

Going through the point, I am talking about my major I took.

I hate to say I regret the things I chose, it was not a good word to say to other people and also didn't do yourself any good at the same time.
The only thing I know, I chose to stay and fight.
But the more I am trying to fit in it, the more I am getting far away from sure.
Everything gets.....heavier.

I always have my faith that I can really pass it,
everyone does. 
If we are wiilling to do.
But that means I need to give more of my three-most-precious-things I have:
waktu-tenaga-pikiran.

I just....can't.
Because when I give my all to that, I feel like I will lose everything:
sympathy, empathy, happiness, sadness, care, tolerance, sensitivity.
The only thing in my mind is how I can pass "that" and get my "scores", smoothly and perfectyly.
I feel I lose all the things that I need to keep me being human, till someday my biggest fear comes:
Allah takes my humanity away.


I know that I am still too young and I don't even know what is real.
But I know I never wanted anything so bad.
Uang, status sosial, tahta, popularitas, not really a concern.
Bit naive, yes. 
But Allah knows my most selfish prayer is only this:
"Ya Allah, if I can not be the one who saves the world from war and spread Your loves, jaga aku tetap menjadi manusia, sampai di hari aku mati."
Manusia yang sebagaimana hakikat manusia yang Dia jelaskan dalam salah satu sabdanya:

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS AL Qashash : 7)

Dan dengan sempurna juga tertuang dalam:


”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

They said when you can not live the life you love, just try to love the life you live.
But I have reached the top of my sincerity to give all I have.
Sekarang aku mencari persimpangan,
tempat dimana aku dapat dengan berani, berbelok. 
Ke jalan yang akan lebih aku cintai dan jalani dengan tulus.

Because even they said life is too short to take it slow,
I still need a lot to learn,
to be in rush.


P.S. I am thanking all my family for taking care of me as their child, grandchild, sister, and love and also lover. Dan tetap membebaskan aku sebagai satu individu manusia yang berdiri dengan hati dan akal serta pikiranku sendiri. Thanking for all their patient and love. They never fail me. They never will.

Tuesday, January 21, 2014

Monday, December 23, 2013

I Thank you, 3rd Semester!

For all ups and downs,
for every new things,
for every truth I learned,
for make feel more alive,
for make me stand for something,
for every knowledge that became burden,
for not letting me live the life I love,
so I could try to love the life I live.
I am thanking you for everything, 3rd semester!
Farewell!

Thursday, November 28, 2013

I wish I could free my mind.

Integrity.
Complex bureaucracy.
High standards of safety.
Zero tolerance in dicipline.
A "Normal Distribution" system.

They said it's not a race, it's like a marathon, if you want to reach a finish line, from where you at now, you gotta let them live, in every cells you have in your body, you gotta live with them, forever.

"Jangan galak galak yah, dunia."
Dari dalam tembok 2 meter,
yang memisahkanku denganmu.


Pressurized.

Living without any similarity is way better than living with an effort to eliminate the dissimilarity. The pressure is there.