Tuesday, June 30, 2015
I Thank You, 5th Semester!
Tidur 2 jam dari 72 jam melek.
Diusir dosen 2 kali karena penggunaan Bahasa yang kurang tepat.
Banyak lihat orang mengeluh sampai belajar untuk tidak mengeluh.
Hardest semester untuk Laptop yang selalu ditinggal tidur dan dibiarkan menyala semalaman.
P.S. Gila saking lama nggak nulis baru sadar ini cuma berakhir jadi draft.
Ditulis 1 Januari 2015.
Saturday, November 29, 2014
When You Had A Chance.
"Kalau sempat pulang dulu, dek. Lihat embah."
"Weekend ini aku ada Running Man himpunan sama Pasar Seni yang cuma 4 tahun sekali, Mah. Insyallah minggu depan aku sempetin."
Then she's gone.
Forever.
I didn't regret the things I've done. I regret the things I didn't do when I had the chance.
Berkurang satu lagi orang di rumah.
Semoga rumah itu tetap menjadi rumah.
Jaga mereka tenang di sisi-Mu, Allah.
Dan aku menangis tersedu menulis ini.
Monday, October 13, 2014
Calon Pemimpin Global.
"Yah, gimana. Namanya juga Putra-Putri Calon Pemimpin Global. Nyari yang mau dipimpin ya susah."
Yesterday's quote.
Sunday, September 21, 2014
We Believe.
We are all the same.
Human in all our ways and all of pain.
hanya satu yang dapat membuatnya menjadi berbeda,
kamu berhenti lalu pergi,
atau tidak?
Human in all our ways and all of pain.
hanya satu yang dapat membuatnya menjadi berbeda,
kamu berhenti lalu pergi,
atau tidak?
Thursday, August 28, 2014
Dua Sisi Dunia.
Fakta mengatakan bahwa diskriminasi terhadap pengidap virus HIV telah sedemikian besarnya, mereka dijauhi dan diasingkan.
Fakta mengatakan bahwa salah satu penyebab virus HIV menyebar adalah karena para pengidapnya sengaja menyebarkannya dengan tujuan agar semua orang dapat merasakan penderitaan mereka.
Di antaranya terletak para orang sehat yang siap ikut terinfeksi akibat usaha penyebaran tersebut.
Di antaranya terletak para pengidap yang siap mati tanpa jejak.
Fakta mengatakan bahwa salah satu penyebab virus HIV menyebar adalah karena para pengidapnya sengaja menyebarkannya dengan tujuan agar semua orang dapat merasakan penderitaan mereka.
Di antaranya terletak para orang sehat yang siap ikut terinfeksi akibat usaha penyebaran tersebut.
Di antaranya terletak para pengidap yang siap mati tanpa jejak.
Seperti itulah dunia,
yang akan selalu punya dua sisi,
yang rusak,
dan yang,
belum dirusak.
Wednesday, August 13, 2014
Sunday, August 10, 2014
Warisan Benda Bersejarah.
1. Blackberry Curve 8520 (Black)
Starting with my 6-years-old Blackberry phone! Kenapa bersejarah, ya karena udah 6 tahun dan MASIH HIDUP dengan catatan SATU KALI service seumur hidup. I really took care of this phone, actually I always take care of my own phone karena selama 20 tahun hidup, total handphone yang pernah gue punya sebanyak 5 jenis, dan I assure you itu semua pure pake uang sendiri. HP satu ini paling setia nemenin kegiatan sosial gue selama lebih dari 5 tahun, bisa dibilang kontak yang disimpan di dalamnya adalah kontak terlengkap, dari temen SD-Kuliah. Sampai suatu hari semua datanya ke-reset...
HAH missing the old days when I still could bear my own money...
2. Tennis Ball
4 ribu rupiah, that was the price of the ball when I bought it at Sanjai Store near from my house in Bekasi. Dulu belinya masih pake sepeda. Alasan membeli karena dulu sering (sok-sok) main kasti gitu sama temen-temen komplek, dan pake bola ini. Tapi akhirnya bola ini malah gue pake buat main basket karena dulu mulai suka basket tapi belom mampu buat beli bolanya. Kenapa bersejarah? Ya karena itu, saksi bisu kerja keras nabung sampe akhirnya bisa beli bola basket sendiri <3 p="">
4. My Lovely Bunny Sketch Book
Dekil banget yak btw. Ini nabungnya 3 bulan, 50rb was such a high price gitu buat anak kelas 5 SD yang masih lugu kayak gue dulu. Sayaaaaaaaang banget sama buku satu ini saking sayangnya nggak pernah gue pake. Waktu duduk di bangku SMP baru deh mulai gue corat-coret sampe akhirnya sekarang udah penuh. Btw sebenernya udah dibeliin yang baru sama Hazna Nurul Faiza, same type! Karena this brand will always be my favorite kayaknya.
6. Moutley White Hoodie Sweater
I got this present from Nadia Anindya my sweetest junior! Kenapa bersejarah? Karena dulu waktu SMP, gue dan Aya lagi taruhan tentang sesuatu (terus gue lupa), kalo Aya menang, dia request kaos yang ada gambar menara eiffelnya dan kalo gue menang, gue dapet hoodie warna putih. In the end, Aya won the stake but she still gave me this white hoodie sweater sedangkan gue (masih) belum ngasih requestnya...
Nggak tau sih dia inget atau nggak. Maafin gue ya Ay. You know I couldn't love you more.
3>
3. VCD Movies
I started to love watching movie when I was a 5th grader. Dulu taunya masih film-film Indonesia aja. But Cinema in my family is such a taboo place gitu, makanya the only way to enjoy the movie(s) is by watching them from VCDs. Kadang nyewa bareng temen-temen every Saturdays, or kalo emang suka banget, ya beli sendiri. And here are my collections! "Alexandria" was my favorite back then. Ada kali nontonnya sampe 20x-an, maniak parah lah. Favorit kedua jelas, "Janji Joni"!
4. My Lovely Bunny Sketch Book
Dekil banget yak btw. Ini nabungnya 3 bulan, 50rb was such a high price gitu buat anak kelas 5 SD yang masih lugu kayak gue dulu. Sayaaaaaaaang banget sama buku satu ini saking sayangnya nggak pernah gue pake. Waktu duduk di bangku SMP baru deh mulai gue corat-coret sampe akhirnya sekarang udah penuh. Btw sebenernya udah dibeliin yang baru sama Hazna Nurul Faiza, same type! Karena this brand will always be my favorite kayaknya.
5. Music Cassettes
Welcome to the old days without 4shared.com or youtube.com! Iya iya ini favorite music dari kelas 5 SD (entah ada apa di kelas 5 SD sampe jadi masa transisi banget). My favorite of course tidak lain dan tidak bukan, Peterpan Album(s)! Masih inget banget kelas 5 SD gue hafal semua lagu dari 3 album pertama Peterpan (Taman Langit, Bintang di Surga, dan Alexandria). Bukan cuma lirik dan setiap ulangannya, tapi juga chord gitarnya! Masih huge fan loh sampe sekarang, bedanya jadi free downloader doang hahampura. Semua kaset ini selalu gue dengerin pagi dan atau sore setelah pulang sekolah, kadang sampe berebutan Tape sama nyokap atau Walkman sama kakak. Haru banget kalo inget, sayang sekarang udah gak punya Tape/Walkman.
6. Moutley White Hoodie Sweater
I got this present from Nadia Anindya my sweetest junior! Kenapa bersejarah? Karena dulu waktu SMP, gue dan Aya lagi taruhan tentang sesuatu (terus gue lupa), kalo Aya menang, dia request kaos yang ada gambar menara eiffelnya dan kalo gue menang, gue dapet hoodie warna putih. In the end, Aya won the stake but she still gave me this white hoodie sweater sedangkan gue (masih) belum ngasih requestnya...
Nggak tau sih dia inget atau nggak. Maafin gue ya Ay. You know I couldn't love you more.
Sebenernya masih banyak benda penuh sejarah dan kenangan, tapi beberapa udah dibuang atau disumbangin. Di antaranya my loveliest Drum Set, Electric Guitar, and a Set of my Painting Tools. Randomly pengen save the picture of these things karena takut suatu saat beberapa bakal dibuang/disumbangin sehubungan dengan rumah gue yang makin sumpek.
3>
Sunday, July 6, 2014
Desperately need a new atmosphere.
I am not tired.
I am truly, madly, deeply,
bored,
to death.
And the longer I stay,
the more I lose my faith in good things.
I am truly, madly, deeply,
bored,
to death.
And the longer I stay,
the more I lose my faith in good things.
Wednesday, June 11, 2014
Make a try then, 20s'
When it comes to the family, then I will not stand the way.
Tapi pernah nggak sih kita coba menjelaskan,
apa yang sedang kita lakukan dan mengapa kita melakukannya?
Saya sendiri menyenangi saat-saat dimana dapat mengajak kedua orang tua saya duduk sama rendah untuk menjelaskan kepada mereka tentang hal-hal yang menurut saya baik untuk dilakukan.
Because above all, kita semua adalah satu individu independen,
yang punya akal sehat, pikiran, dan hati nurani,
banyak hal yang dapat kita diskusikan, apalagi ke orang tua kita sendiri.
Dan saat itulah dimana mereka akan memperlakukan anak-anaknya sebagai manusia independen,
yang berkewajiban making his own decision dan belajar apa itu pengalaman serta pengorbanan.
Termasuk pengorbanan waktu untuk keluarga.
But ask yourself, have you ever tried to talk to them?
Atau memang tidak mau mencoba?
Make a try then, 20s.
Make a try.
Tapi pernah nggak sih kita coba menjelaskan,
apa yang sedang kita lakukan dan mengapa kita melakukannya?
Saya sendiri menyenangi saat-saat dimana dapat mengajak kedua orang tua saya duduk sama rendah untuk menjelaskan kepada mereka tentang hal-hal yang menurut saya baik untuk dilakukan.
Because above all, kita semua adalah satu individu independen,
yang punya akal sehat, pikiran, dan hati nurani,
banyak hal yang dapat kita diskusikan, apalagi ke orang tua kita sendiri.
Dan saat itulah dimana mereka akan memperlakukan anak-anaknya sebagai manusia independen,
yang berkewajiban making his own decision dan belajar apa itu pengalaman serta pengorbanan.
Termasuk pengorbanan waktu untuk keluarga.
But ask yourself, have you ever tried to talk to them?
Atau memang tidak mau mencoba?
Make a try then, 20s.
Make a try.
Tuesday, June 3, 2014
I Thank You, 4th Semester!
Let it go.
Be grateful.
Moving on.
Be harmonized.
Farewell!
Some things gotta change,
must be rearranged.
Be grateful.
Moving on.
Be harmonized.
Farewell!
Some things gotta change,
must be rearranged.
Monday, June 2, 2014
Teori Konspirasi?
Karena hidup terlalu singkat,buat mikirin konspirasi dibalik semakin cepat menyublimnya kamper kamar mandi produksi jaman sekarang.
#notadailyspoken
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pressurized.
Living without any similarity is way better than living with an effort to eliminate the dissimilarity. The pressure is there.
-
Recently, I saw many meme(s) about the salary/income comparison between two or more job/proffesion. One of them said: Well, i...
-
HISTORY OF INDONESIA “Indonesia isn’t a group of islands surrounded by sea. It is a sea sprinkled by islands.” A. B. Lapian History o...





